WANI LAWAN COVID-19, 500 WARGA GUNUNGANYAR RELA ANTRI BERJAM – JAM UNTUK RAPID TEST
Surabaya, Sejak tadi pagi, pukul 07.00 warga rela antri menunggu panggilan masuk untuk mengikuti rapid tes dihalaman kantor kecamatan Gununganyar. Rapid test massal kerjasama antara BIN dan pemerintah kota surabaya ini mentargetkan 500 orang.Antrian panjang warga yang mengular di jalan Amir Machmud mengakibatkan penumbupan massa, para petugas turun untuk mengarahkan warga agar tertib antri dan menjaga jarak. Camat Gununganyar ikut turun langsung untuk mengatur warganya sembari mengingatkan agar jaga jarak.
Sebagaimana diketahui bahwa kota surabaya saat ini masih menjadi sorotan nasional karena masih banyak warganya yang terpapar virus corona. Berbagai upaya sudah dilakukan seperti rapid test massal yang saat ini dilaksanakan. Rapid test ini memang gencar dilaksanakan untuk memantau kondisi warga kota Surabaya agar sejak dini dapat terdeteksi statusnya.
Warga yang mendapatkan hasil test rapid reaktif langsung dilanjutkan tes swap utk mengetahui apakah yang bersangkutan positif corona atau bukan. Selama menunggu hasil test swab diharapkan yang bersangkutan dapat melaksanakan isolasi mandiri. Ketika hasil test swab keluar dengan status positif maka yang bersangkutan akan dijemput untuk menjalani karantina di tempat yang akan ditentukan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Hingga pukul 11.00 siang tadi warga masih sabar menunggu antrian, warga merasa terbantu dengan kegiatan test missal ini, selain dekat dengan rumah mereka juga gratis. ( Cakmet, 3/6 )
Fitur baru Google Maps, Pantau area public yang aman dari penyebaran Covid-19
Gattech, Musim pandemic seperti sekarang ini membuat kita tak nyaman jika ingin keluar rumah atau bepergian. Kebiasaan warga +62 yang masih suka bergerombol diberbagai area public juga bikin pusing karena masih susah untuk ngantri.
Naah sekarang kita gak perlu bingung lagi untuk mengatasi masalah seperti ini karena Google telah merilis sebuah fitur baru di google maps untuk membatasi atau menginformasikan sejauh mana tingkat keramaian lokasi yang ingin kita kunjungi. Aplikasi ini mirip seperti aplikasi yang memantau arus lalulintas di suatu lokasi hanya saja fitur baru besutan google ini akan memantau kepadatan orang yang ada lokasi tersebut.
Fitur baru di maps ini juga akan menginformasikan lokasi – lokasi mana saja yang ada pos pemeriksaan covid-19. Dalam beberapa bulan terakhir, google telah menganalisa mobilitas data lokasi dari milyaran pengguna ponsel di 13 negara, hal ini bertujuan untuk menilai apakah orang – orang sudah menerapkan social distancing atau pembatasan social dan permintaan lain untuk mengendalikan covid-19.
Tapi untuk warga Indonesia harus bersabar dulu karena fitur ini masih dirilis dibeberapa Negara saja yaitu Argentina, Prancis, India, Belanda, Amerika Serikat (AS), dan Inggris. Untuk Negara – Negara lain akan segera menyusul.
Naah dengan fitur baru di aplikasi google maps ini kita tak perlu kawatir lagi, seramai apa lokasi yang akan kita kunjungi sehingga kita bisa merencanakan perjalanan kita tanpa kawatir terpapar Covid-19. ( CakMet 10/6)
Naah sekarang kita gak perlu bingung lagi untuk mengatasi masalah seperti ini karena Google telah merilis sebuah fitur baru di google maps untuk membatasi atau menginformasikan sejauh mana tingkat keramaian lokasi yang ingin kita kunjungi. Aplikasi ini mirip seperti aplikasi yang memantau arus lalulintas di suatu lokasi hanya saja fitur baru besutan google ini akan memantau kepadatan orang yang ada lokasi tersebut.
Fitur baru di maps ini juga akan menginformasikan lokasi – lokasi mana saja yang ada pos pemeriksaan covid-19. Dalam beberapa bulan terakhir, google telah menganalisa mobilitas data lokasi dari milyaran pengguna ponsel di 13 negara, hal ini bertujuan untuk menilai apakah orang – orang sudah menerapkan social distancing atau pembatasan social dan permintaan lain untuk mengendalikan covid-19.
Tapi untuk warga Indonesia harus bersabar dulu karena fitur ini masih dirilis dibeberapa Negara saja yaitu Argentina, Prancis, India, Belanda, Amerika Serikat (AS), dan Inggris. Untuk Negara – Negara lain akan segera menyusul.
Naah dengan fitur baru di aplikasi google maps ini kita tak perlu kawatir lagi, seramai apa lokasi yang akan kita kunjungi sehingga kita bisa merencanakan perjalanan kita tanpa kawatir terpapar Covid-19. ( CakMet 10/6)
Perang lawan Corona, Pemkot Surabaya Tutup Raya Wadung Asri, Pengendara harus memutar lewat MERR
Surabaya, Genderang perang melawan Virus Corona terus di kobarkan. Kota Surabaya yang di cap sebagai zona hitam tak patah semangat, berbagai upaya terus dilaksanakan untuk mengurangi penyebaran virus corona salah satunya dengan pembatasan social berskala besar ( PSBB ) yang saat ini sudah ke tiga kalinya.
Salah satu yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya adalah pembatasan akses masuk ke Kota Surabaya. Salah satu titik yang dilakukan pembatasan adalah wilayah Kel. Rungkut Menanggal, Kec. Gununganyar. Jl. Raya Wadung Asri yang menjadi salah satu akses utama masuk Kota Surabaya dari kabupaten Sidoarjo sejak dini hari tadi sudah ditutup.
emua arus lalulintas arah Kota Surabaya diarahkan melalui satu pintu yaitu Jl. Ir. Soekarno atau MERR Gununganyar. Penutupan akses masuk tersebut sebagai upaya pemerintah Kota Surabaya untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Warga yang biasa melintas terpaksa harus memutar dengan jarak yang cukup jauh.
Pembatasan akses masuk tersebut dilaksanakan pada tiga titik untuk kec. Gununganyar yaitu :
Jl. Raya Gununganyar tambak kearah tambak oso diarahkan belok kanan lewat MERR.
Jl. Raya WAdung Asri arah Kota Surabaya di arahkan lewat MERR
Jl. Raya Rungkut Menanggal Gg.3 yang berbatasan dengan Raya Wadung asri arah Pondok Candra diarahkan belok kiri arah MERR.
Petugas lapangan dilokasi dari Kepolisian dan Dishub minta maaf kepada warga yang melintas saat mengarahkan kendaraan. Hal ini terpaksa dilakukan agar Kota Surabaya segera terbebas dari virus Corona. Hingga saat ini belum diketahui sampai kapan jalan tersebut akan ditutup. ( cakmet, 5/6 )
Tak Mau Kecolongan, Lurah Gununganyar Tambak Semprotkan Disinfectan diwilayah RW7
Surabaya – Wabah penyakit yang saat ini meresakhan masyarakat yaitu virus covid-19 sudah ditetapkan sebagai bencana nasional oleh pemerintah. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korban diantaranya dengan mengganti proses belajar anak – anak dirumah, prosebelajar mengajar secara daring, karantina mandiri, penyemprotan disinfectan dan lain sebagainya.
Penyemprotan disinfectan di RW7 Kel. Gununganyar Tambak
Seperti halnya tempat yang lain, Lurah Gununganyar tambak tak mau kecolongan, walaupun sampai saat ini masih nihil korban virus Corona ini tapi kewaspadaan dan berbagai upaya pencegahan sudah dilakukan. Seperti kegiatan hari senin kemarin, tanggal 23 Maret 2020 dilaksanakan penyemprotan disinfectan diwilayah RW.7 yang terdiri dari 6 Rt.
Bekerjasama dengan Team Pemadam Kebakaran, penyemprotan menyisir seluruh gang yang ada di 6 RT tersebut. Halaman rumah dan sepanjang jalan disemprot cairan disinfectan untuk mengurangi penyebaran virus covid-19 yang meresahkan itu. Beberapa warga sempat kaget karena melihat mobil PMK yag lalu lalang namun setelah mengetahui kegiatan penyemprotan ini warga bergembira dan berterimakasih atas perhatian pemerintah melalui Lurah Mudita.
RW.7 sebagai wilayah yang sedang berkembang memang sangat membutuhkan perhatian karena masih banyak warga yang keluar masuk wilayah, beberapa kegiatan pembangunan juga masih berlangsung tentu hal ini patut di waspadai dan diambil langkah preventifnya salahs atunya dengan penyemprotan cairan disinfectan.
Ketua RW.7, M. Sholikhin berharap peyemprotan seperti ini dapat dilaksanakan secara terjadwal untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan. Warga juga dihimbau agar selalu menjaga kebersihan serta melakukan usaha secara mandiri sebagai upaya untuk menjaga dari tertularnya virus yang ganas ini. ( Cak Met,24/03)
SIDAK PASAR OERR, CAMAT GUNUNGANYAR SOSIALISASI DAN BAGIKAN MASKER KEPADA PARA PEDAGANG
Surabaya – Penanganan wabah covid-19 terus diupayakan dengan ebrbagai cara. Selain sosial distancing dan pembatasan – pembatasan lain yang sudah diterapkan oleh pemerintah , perilaku hidup sehat juga terus digalakkan diantaranya terkait penggunaan masker.
Untuk mengkampanyekan penggunaan masker, Camat Gununganyar, Anna Fajriatin, AP., MM. melakukan sidak ke pasar OERR yang ada di kelurahan Gununganyar tambak. Sesampainya di pasar Anna melihat banyak sekali para pedagang serta warga yang bertransaksi belum menggunakan masker. Melihat hal itu, mantan Camat Jambangan tersebut langsung membagikan masker serta memberikan penyuluhan kepada para pedagang.
Mudita, Lurah Gununganyar Tambak memberikan masker kepada pedagang.
Anna menjelaskan betapa pentingnya menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah. Menggunakan masker adalah cara yang ampuh untuk mengurangi penyebaran virus Corona. “ Tidak harus masker medis yang biasa dipakai orang itu, kain slayer, kai nkaos, kerudung atau yang lain bisa kita gunakan sebagai masker serperti saya ini ( sambil menunjuk slayer yang dipakainya ). Yang penting harus menutup mulut dan hidung kita “ jelas Anna kepada pedagang.
Banyaknya orang yang berkumpul, berjual bel;I di pasar merupakan lokasi yang sangat rawan penularan virus corona ini. “ Pokoke kalo besuk ndak pake masker, sama pengelola pasar sini gak boleh jualan lagi ya ! “ tegas Bu Camat. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan di pasar – pasar diwilayah lain di kecamatan Gununganyar.
Loading video
Semoga dengan kegiatan semacam ini dapat menekan angka sebarang virus Covid-19 di daerah Gununganyar. Sebagai mana kita ketahui bahwa Gununganyar termasuk salah satu wilayah merah, atau wilayah yang banyak korbannya baik ODP maupun PDP. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Rungkut, DAnramil Rungkut, Lurah se-Kec. Gununganyar, Ketua LPMK Gununganyar Tambak, KIM Se Kec. Gununganyar, Babinsa dan Babinkamtibmas dab Satgas Linmas. ( CakMet, 7/4 )
Untuk mengkampanyekan penggunaan masker, Camat Gununganyar, Anna Fajriatin, AP., MM. melakukan sidak ke pasar OERR yang ada di kelurahan Gununganyar tambak. Sesampainya di pasar Anna melihat banyak sekali para pedagang serta warga yang bertransaksi belum menggunakan masker. Melihat hal itu, mantan Camat Jambangan tersebut langsung membagikan masker serta memberikan penyuluhan kepada para pedagang.
Mudita, Lurah Gununganyar Tambak memberikan masker kepada pedagang.
Anna menjelaskan betapa pentingnya menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah. Menggunakan masker adalah cara yang ampuh untuk mengurangi penyebaran virus Corona. “ Tidak harus masker medis yang biasa dipakai orang itu, kain slayer, kai nkaos, kerudung atau yang lain bisa kita gunakan sebagai masker serperti saya ini ( sambil menunjuk slayer yang dipakainya ). Yang penting harus menutup mulut dan hidung kita “ jelas Anna kepada pedagang.
Banyaknya orang yang berkumpul, berjual bel;I di pasar merupakan lokasi yang sangat rawan penularan virus corona ini. “ Pokoke kalo besuk ndak pake masker, sama pengelola pasar sini gak boleh jualan lagi ya ! “ tegas Bu Camat. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan di pasar – pasar diwilayah lain di kecamatan Gununganyar.
Loading video
Semoga dengan kegiatan semacam ini dapat menekan angka sebarang virus Covid-19 di daerah Gununganyar. Sebagai mana kita ketahui bahwa Gununganyar termasuk salah satu wilayah merah, atau wilayah yang banyak korbannya baik ODP maupun PDP. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Rungkut, DAnramil Rungkut, Lurah se-Kec. Gununganyar, Ketua LPMK Gununganyar Tambak, KIM Se Kec. Gununganyar, Babinsa dan Babinkamtibmas dab Satgas Linmas. ( CakMet, 7/4 )
BAKSOS RW.03 KEL. GUNUNGANYAR BAGIKAN 250 PAKET KEPADA WARGA MUSIMAN.
Surabaya, Pandemi Covid-19 kian waktu membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat terutama kalangan menengah kebawah. Banyaknya PHK dan usaha yang bangkrut membuat ekonomi semakin sulit. Konsep bekerja dari rumah tak semudah yang diucapkan, banyak hal yang tak bisa dilakukan dari rumah.
Ditengah keterpurukan ekonomi masyarakat, uluran tangan serta kegotongroyongan sangatlah berarti untuk membantu warga yang kekurangan disaat seperti ini. Salah satu contoh adalah kegiatan baksos pembagian beras yang dilakukan oleh warga RW.03 Kel. Gununganyar Kota Surabaya , Kamis, 21 Mei 2020. Berbekal gerakan donasi Rp. 20.000,- rupiah yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu ternyata mendapat respon baik dari warga yang mampu.
Setelah terkumpul maka dana swadaya dari warga oleh warga dan untuk warga tersebut di belikan beras untuk dibagikan kepada warga terdampak covid-19. Bantuan berupa beras 3 kg tersebut memang tidak terlalu besar namun sangat berarti bagi warga yang kurang mampu yang tidak dapat berusaha karena kebijakan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ) saat ini.
Kegiatan baksos adalah hasil dari kerjasama antara LPMK Kel. Gununganyar, Warga RW.03, Takmir Masjid Baitussalam, Ketua Suriah NU Ranting Gununganyar Kidul, K.H. Alwi Ni’am, Banser, Remas Baitussalam serta KIM Kel. Gununganyar. Adapun salah satu target pendistribusian adalah warga musiman yang ada di wilayah RW.03 Kel. Gununganyar dengan jumlah bantuan sebanyak 250 paket.
Dengan pembagian beras ini diharapkan dapat meringankan beban warga musiman yang tidak dapat bekerja dan tidak bisa mudik pada hari lebaran yang kurang beberapa hari lagi.
( Cakmet,21/05)





